Kamis, 16 Agustus 2012

HIKMAH NUZULUL QUR’AN

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُدًى لّلِناَّسِ وَبَيِّناَتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقاَنَ


“(beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadlan, bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil)” Q.S. Al-Baqoroh: 185
Mengapa kita perlu memperingati Nuzulul Qur’an?
Pertama, agar kita dapat mengambil pelajaran dari peristiwa sejarah.
Kedua, agar kita lebih meyakini kebenaran Al-Qur'an
Ketiga, agar kita lebih mantap mengamalkan Al-Qur'an.


1.      Dari Sisi Sejarah
Kapan Al-Qur'an di turunkan?
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ    “bulan Ramadlan, yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an”.
Kapan lebih tepatnya lagi?


Dalam Al-Qur'an dijelaskan dalam Surat Al Anfal ayat 41:
...اِنْ كُنْتُمْ ءَامَنْتُمْ بِاللهِ وَمَآ اَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقاَنِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ
“…Jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hambaKu (Muhammad) di hari Furqon, yaitu hari bertemunya dua pasuka”…
Ayat ini bercerita tentang terjadinya perang Badar. Perang Badar disebut dengan Yaomal Furqon dan Yaomal Taqol Jam’an. Furqon artinya pemisah antara yang hak dan yang batil. Hari Al Furqon ialah hari jelasnya kemenangan orang isla dan kekalahan orang kafir, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan di peperangan Badar, pada hari Jum’at tanggal 17 Romadlon tahun ke-2 Hijriyah.
Dari penjelasan ayat ini, para mufassir berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada hari permulaan turunnya Al-Qur'an kepada nabi Muhammad Saw, Surat Al ‘Alaq ayat 1-5 yaitu pada tanggal 17 Romadlon, meskipun waktu itu belum ada kewajiban puasa.
Surat yang kedua turun adalah Al Muddatsir ayat 1-5
يآايها المدثر _ قم فأنذر _ وربك فكبر _ وثيابك فطهر _ والرجز فاهجر
“Hai orang yang berselimut. Bangunlah lalu berilah peringatan. Dan Tuhanmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah”.
Ayat ini adalah dasar bagi Rasulullah Saw untuk berdakwa dengan terang-terangan. Dimulai dari keluarga, tetangga terdekat, ke lingkungan terdekat lalu ke masyarakat umum.
Perjuangan Rasulullah Saw tidaklah ringan. Rasulullah Saw berdakwah ditengah-tengah masyarakat jahiliyah, penyembah berhala. Masyarakat yang tidak memiliki moral dan akhlak yang baik. Setiap tantangan dan permasalahan yang timbul beliau hadapi dengan penuh ketabahan dan keyakinan atas jaminan rahmat dan ridlo Allah Swt.
Mengapa Al-Qur'an diturunkan secara berangsur-angsur?
Para ulama berpendapat bahwa Al-Qur'an turun dari Lauhil Mahfudz ke langit dunia (sama’ ad dunya) secara sekaligus. Tapi dari sama’ ad dunya ke Rasulullah Saw diturnkan secara berangsur-angsur sesuai dengan sebab-sebab dan kebutuhan yang terjadi, yang disebut dengan “Asbabun Nuzul”.
Apa manfaatnya? Supaya ummat Muhammad Saw dapat menerima, memahami dan manghafal ayat-ayat Al-Qur'an. Kalau Al-Qur'an diturunkan sekaligus, tidak mungkin umat Muhammad Saw dapat memahaminya dang menghafalkannya. Tapi karena Al-Qur'an diturunkan secara bertahap, bayak para sahabat yang hafal Al-Qur'an, sehingga Al-Qur'an terpelihara di hati para sahabatnya.
Para sahabat adalah murid Rasulullah Saw yang sangat setia. Semangat belajar mereka sangat tinggi. Mereka rela berjalan sangat jauh dari Makkah ke Madinah, atau dari Damsyik ke Madinah hanya untuk mencari sebuah hadits atau ayat Al-Qur'an.
Pembukuan Al-Qur'an bukanlah pekerjaan yang ringan. Hal ini melalui proses yang sangat rumit, melalui perdebadan yang sengit. Bermula pada masa Khalifah Abu Bakar. Setelah Rasulullah Saw wafat, banyak umatnya yang murtad. Muncul nabi palsu, sehingga harus dihadapi dengan pertempuran. Dalam pertempuran itu banyak para penghafal Al-Qur'an yang mati syahid. Sehingga Umar bin Khattab mengusulkan untuk mengumpulkan Al-Qur'an. Sehingga dipanggillah Zaed bin Tsabit pemuda dan seorang penulis wahyu pada masa Rasulullah Saw.

2.      Kebenaran Isi Al-Qur'an
الم. ذلك الكتب لا ريب فيه هدى للمتقين. الذين يؤمنون بالغيب ويقيمون الصلاة ومما رزقناهم ينفقون. والذين يؤمنون بما انزل اليك وما انزل من قبلك وبالأخرتهم يوقنون. اوليك على هدى من ربهم واوليك هم المفلحون.
Alif laam miin. Kitab   ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa, mereka yang beriman  kepada yang ghaib,  yang mendirikan shalat,  dan menafkahkan sebahagian rezki  yang Kami anugerahkan kepada mereka. dan mereka yang beriman kepada Kitab  yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu,  serta mereka yakin akan adanya  akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.
Dari ayat di atas, kita harus yakin bahwa semua yang ada dalam Al-Qur'an adalah suatu kebenaran yang pasti. Kalau kita ingin menjadi orang yang muflihun (beruntung) maka kita harus mengimani dan mengamalkan Al-Qur'an.
Al-Qur'an memang bukan buku ilmiah, melainkan kitab suci. Sebagai kitab suci tentu memiliki corak dan warna yang khas. Isi kandungannya meliputi berbagai aspek kehidupan sebagai pedoman kehidupan di dunia dan akhirat. Isinya padat. Semakin digali semakin terungkap kedalaman maknanya. Informasinya menembus alam luar dunia, bahasanya indah, mudah dihafal, membacanya terhitung ibadah, mendengarnya merupakan siraman rahmat dan di hari kiyamat Al-Qur'an akan memberi syafa’at bagi pembaca dan pengamalnya.
Al-Qur'an berisi aqidah tauhid, syariah yaitu perihal ubudiyah, mu’amalah (hubungan sosial), akhlak (moral, etika) sejarah sebagai ibroh, ketentuan hukum, ilmu pengetahuan mulai dari proses penciptaan alam raya, proses penciptaan manusia dan pengetahuan lain yang menjadi dasar ilmu-ilmu modern sekarang.
Kita mengenal Al Jabbar sebagai peletak dasar ilmu ukur/matematika. Dialah penemu bilangan 0. Bilangan 0 dan 1 adalah bilangan biner yang menjadi dasar teknologi digital. Al Kindi sebagai peletak dasar ilmu sosial, filsafat, Ibnu Sina sebagai peletak dasar ilmu kedokteran, biologi. Mereka semua adalah the master di bidang ilmu pengetahuan pada zamannya.
Al-Qur'an diturunkan dalam bahasa Arab. Al-Qur'an sudah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa di dunia. Sejak abad ke-17, Al-Qur'an sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Latin maupun Inggris oleh ahli bahasa, diantaranya  Alexander Ross dari Eropa. Karena penerjemahan Al-Qur'an ke beberapa bahasa dunia inilah kemudian Islam berkembang sampai ke Eropa, Amerika, Asia dll.
Karena kebenaran isi Al-Qur'an yang menjadi dasar berbagai ilmu pengetahuan, banyak ilmuwan dunia sekarang yang masuk Islam. Bahkan menurut CNN, perkembangan Islam di Amerika telah mengalami perkembangan paling pesat dalam sejarah Amerika. Al-Qur'an merupakan buku/kitab yang the best seller. Bahkan nama Muhammad menjadi nama terpopuler bagi kelahiran bayi-bayi muslim di Amerika.

3.      Keharusan Mengamalkan Al-Qur'an
Segala perkatan dan perbuatan Nabi Saw adalah merupakan tafsir/penjelasan Al-Qur'an. Maka ketika Aisyah ra ditanya oleh sahabatnya: Bagaimanakah akhlak Rasulullah Saw? Aisyah menjawab: Akhlak beliau adalah Al-Qur'an.
Oleh sebab itu, sebagai umatnya kita harus senantiasa berucap dan bertingkah laku sesuai dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah Saw. Karena jika mencontoh Rasulullah Saw sebagai uswah hasanah (contoh yang baik) maka berarti kita telah mengamalkan isi Al-Qur'an.
Jika kita ingin jadi pemimpin negara yang sukses, maka kita harus mencontoh Rasulullah Saw, karena beliau adalah pemimpin negara yang berhasil membawa masyarakatnya kearah kedamaian, kemakmuran dan kemajuan.
Jika ingin menjadi panglima yang sukses, maka kita harus mencontoh Rasulullah Saw, karena beliau adalah seorang panglima perang yang berhasil memimpin pasukannya dalam memenangkan peperangan.
Jika kita ingin menjadi guru, maka Rasulullah Saw adalah contoh guru yang baik. Beliau adalah guru bagi sahabat dan umatnya.
Kalau kita sebagai umatnya yang mengaku cinta kepada beilau, maka dituntut untuk membuktikan kecintaannya dengan mencontoh sikap dan perilaku beliau, yaitu akhlak qur’ani.

4.      Mensyukuri Nikmat Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah nikmat terbesar bagi ummat Muhammad Saw. Oleh karena itu kita wajib mensyukurinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar