Jumat, 06 April 2012

Syetan Musuh Manusia yang Nyata

Di dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Setidaknya ada tiga ayat yang menyatakan hal seperti ini meski dengan redaksi yang sedikit berbeda, yaitu surat al Baqarah:168, al Isra:63, dan Yusuf:5.
Ketiga potongan ayat di atas memiliki makna yang sama yaitu bahwa syaitan adalah musuh yang nyata bagi manusia.
Jamaah jumah rohimakumullah,
Hingga hari pembalasan, syaitan telah berjanji untuk menyesatkan manusia untuk mengikuti langkah-langkahnya dan untuk dimasukkan ke golongannya, yaitu golongan syaitan.
Syaitan akan membujuk manusia, menjebak manusia dari segala sisi, membuat manusia lupa kepada Allah dan menyekutukanNya, mengajak manusia untuk berbuda dosa, dan kejahatan.
Manusia yang bisa terhindar dari godaan syaitan adalah manusia yang memiliki keimanan yang baik, ketakwaan dan orang-orang yang khusu’ dan ikhlas dalam hidupnya. Namun demikian, syaitan selalu mencari tipu daya untuk menggoda dengan mencampur adukkan niat-niat yang selain Allah, dengan cara menyerang keikhlasannya, agar hatinya riya, ujub, dan sum’ah.

Di dalam Surat Al Ar’raf: 16-17, disebutkan:
16. (dalam dialog dengan Allah) iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,
17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).
Upaya syaitan untuk mengancam keikhlasan orang-orang yang beriman akan terus ada hingga hari kiyamat. Bahkan Nabi Adam as, pun pernah termakan tipu dayanya.
Hadirin jamaah jumah rohimakumullah,
Sebenarnya strategi yang dilancarkan oleh syetan itu lemah, karena hanya sebuah tipu daya yang palsu. Seorang mukmin sejati memahami bahwa bisikan yang menyimpang dari syariat adalah bisikan syetan. Sekali lagi, kalau ada bisikan dalam hati, yang menyimpang dari syariat pasti itu dari syetan. Oleh karena itu, agar terhindar dari bisikan syetan ini, mohonlah pertolongan kepada Allah.
Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an, Q.S. Al A’raf: 200-201:
200. dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan Maka berlindunglah kepada Allah[590].
201. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.
Dalam Surat An Nahl:99-100, disebutkan:
99. Sesungguhnya syaitan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Tuhannya.
100. Sesungguhnya kekuasaannya (syaitan) hanyalah atas orang-orang yang mengambilnya jadi pemimpin dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah.
Kemudian di dalam Q.S. Al Hijr: 39-40, disebutkan:
39. iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya,
40. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis[799] di antara mereka".
[799] Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.
162. Katakanlah: Sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
163. tiada sekutu bagiNya; dan demikian Itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
125. dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.
Semoga Allah SWT memasukkan kita sebagai hambaNya yang mukhlis, yaitu orang-orang yang ikhlas, yang mendapatkan taufik dan petunjuk Allah SWT sehingga kita terhindar dari tipu daya syaitan. Amiin ya robbal ‘alamiin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar